Minyak Ikan / Fish Oil

Dari buku, referensi-referensi yang saya baca, saya menemukan pentingnya pemberian minyak ikan untuk anak dengan keterlambatan bicara, anak dengan apraksia, dispraksia, autis, ADHD dan sebagainya. Minyak ikan mengandung asam lemak esensial (long-chain polyunsaturated fatty acids, LCPs) yang terdiri dari Omega 3 (DHA, EPA), Omega 6 (ARA, GLA) dan Omega 9 (OA). Asam lemak esensial (LCPs) ini memegang peranan vital dalam jaringan otak yang terdiri dari 100 milyar sel dan memfasilitasi signal di antara sel-sel otak.

Dicurigai bahwa anak dengan apraxia tidak mendapatkan cukup LCPs pada waktu awal-awal proses kritis perkembangan otak (baik di dalam rahim dan/atau pada masa menyusui). Oleh karena kekurangan LCPs ini maka mengakibatkan adanya masalah pada transmisi pesan (breakdown) dari otak ke otot-otot yang diperlukan untuk berbicara.

Dari penelitian secara klinis didapatkan bahwa pemberian suplemen minyak ikan kepada anak dengan apraksia dapat membantu menstimulasi mereka untuk berbicara. Proses detilnya tidak bisa diketahui dengan tepat, tetapi secara prinsip dapat dijelaskan bahwa LCPs dan protein adalah bahan dasar pembentukan myelin. Myelin berguna untuk menaikkan kecepatan dan efisiensi transmisi signal dalam semua sistem saraf. Keterlambatan pada pembentukan myelin (kekurangan LCPs) mempengaruhi batita untuk berbicara maupun melakukan gerakan motorik halus dan motorik kasar seperti merangkak, berjalan, menyusun balok dan sebagainya. Karena itu, pemberian minyak ikan kepada anak dengan apraksia dapat membantu perencanaan motorik yang dibutuhkan.

Saya memberikan minyak ikan merk Nordic Naturals seperti yang dipakai pada penelitian terhadap anak-anak dengan apraksia.

image

Saya memberikan 1 softgel Complete Omega 369 pada seminggu pertama, kemudian 2 softgel. Setelah 1 bulan, saya memberikan dosis yang direkomendasikan, yaitu 2 softgel Complete Omega 369 dan 1 softgel ProEPA. Seperti pada hasil penelitian yang dilaporkan, saya juga melihat adanya akselerasi dalam kemajuan Jr.

Thank God!

Setelah 3 Minggu Pertama Terapi

Apakah yang terjadi setelah 3 minggu pertama terapi?

Setelah 3 minggu pertama yang membuat saya up and down, Jr mulai mengartikulasikan setiap kata yang diajarkan kepadanya dengan baik sekali!

Saya tidak tahu dengan benar bagaimana proses itu terjadi. Tapi nampaknya dia mulai mengerti CARA melafalkan setiap konsonan, mengucapkan setiap kata/suku kata yang diajarkan.

Dalam satu bagian terapi yang berbentuk drilling, Jr diberikan satu kertas yang berisi gambar dan kata yang menerangkan gambar yang bersangkutan. Setiap kertas berisi 12 gambar/kata yang berbeda. Setelah Jr diajar untuk mengucapkannya, Jr harus mengucapkan kata yang sama sebanyak 5 kali. Jr dianggap bisa dan lulus jika dia mengucapkan dengan akurasi 80% dan kertas dengan daftar kata yang lain akan diberikan. Kata-kata yang dilatih ini mempunyai struktur.

Setelah 3 minggu itu, setiap kali terapi, Jr diberikan 2-3 kertas. Dan setelah 4 bulan terapi, Jr menyelesaikan 900 kata yang terdiri dari 1 sampai 3 silabel. 900 kata ini terdiri dari berbagai variasi konsonan-vokal. Dengan kata lain, Jr sudah mampu meniru semua kata yang kita katakan padanya, bukan hanya sekedar terbatas 900 kata itu saja.
Bayangkan, dari perbendaharaan yang kurang dari 10 kata, Jr setelah 4 bulan terapi dapat meniru semua kata yang kita ucapkan! Betapa bersyukurnya kami:)

Tahap selanjutnya, Jr diajar untuk menyusun kata-kata menjadi kalimat sepert Subjek-Predikat, bertahap ke Subjek-Predikat-Objek dan seterusnya.

Perlu diketahui bahwa, meskipun Jr sudah bisa menirukan hampir semua yang kita ucapkan, Jr masih belum bisa diajak dialog secara verbal (minim sekali). Maksudnya, jika saya berkata, “Hai, Jr!”, Dia akan membalas, “Hai, Jr!”

Perjalanan masih jauh, ternyata …

Buku ‘Anything But Silent’

Anything But Silent adalah buku kedua yang saya baca setelah Jr mendapat diagnosa apraksia. Saya sungguh ingin tahu apakah anak-anak dengan apraksia bisa berbicara normal setelah terapi. Dan saya mendapatkan jawabannya pada buku ini.

Anything But Silent adalah sebuah buku yang ditulis oleh Kathy dan Kate Hennessy (ibu dan anak). Kathy Hennesy mempunyai dua anak dengan apraksia, Kate dan Andy.

image

Kathy menceritakan perjalanannya di dalam memperjuangkan kehidupan anak-anaknya. Tidak hanya sekedar membesarkan tetapi juga membuat anak-anaknya hidup dan berbicara, seperti layaknya anak-anak normal.

Ini adalah salah satu kalimat yang saya sukai dari Kate:
“You are the person who knows your child best and you are the only person who will fight for your child. You are the person your child depends on …”. Kamu adalah orang yang paling mengenal anakmu dengan baik dan hanya kamu yang akan berjuang untuk anakmu. Kamu merupakan tempat anakmu bergantung…

Kate Hennessy sebagai co-author menceritakan pengalaman hidupnya bersama apraksia.
Ia mendapat diagnosa apraksia murni. Dia mengikuti terapi wicara dari umur 2 tahun lebih dan mengikuti terapi selama 7 tahun.
Sedangkan Andy, adiknya, dengan 6 macam diagnosa termasuk apraksia, sejak usia 3 tahun menjalani terapi. Dia mengikuti terapi selama 12 tahun. Kate dan Andy bersekolah di sekolah normal dan sekarang telah menjadi mahasiswa menuju cita-cita yang mereka dambakan.

Epilog dari buku ini ditulis oleh Andy. Dia menulis frase “Siyo nqoba” (bahasa Afrika), yang mempunyai arti “We’re going to conquer“. Kita akan menaklukkan. Dia menggingat bagaimana ibunya, kakaknya dan dia menaklukkan apraksia.