Faktor Einstein (The Einstein Factor or Einstein Syndrome)

Siapa sih yang tidak mengenal Einstein, si jenius, ahli fisika? Kalau musik-musik untuk bayi diberi nama BABY MOZART, maka DVD-DVD edukasi untuk bayi diberi nama BABY EINSTEIN.

Einstein diperkirakan mengalami keterlambatan bicara sampai umur 3 tahun. Dan orang-orang zaman sekarang sudah mempercayai bahwa ‘tidak apa-apa kalau anak terlambat bicara, siapa tahu dia pintar, dia jenius’, ‘banyak kok anak tidak bicara sampai umur 4-5 tahun, tapi begitu bisa, langsung nyerocos non-stop’. Dan banyak sekali orang tua yang mengambil sikap wait and see, tunggu dan lihat. Dan tentu saja saya merupakan salah satu orang tua yang demikian.

Pemikiran tersebut mungkin ada benarnya. Apalagi didukung oleh tulisan Thomas Sowell, yang adalah seorang ayah dari seorang anak yang mengalami keterlambatan wicara. Dia menulis buku dengan judul The Einstein Syndrome: Bright Children Who Talk Late. Dia menulis tentang sebanyak 285 anak yang luar biasa pintar dengan latar belakang mengalami keterlambatan bicara yang sangat lama. Buku ini benar-benar memberikan harapan kepada orang tua yang batitanya tidak bicara sesuai umur.

Tetapi, sangat perlu diketahui bahwa memang benar sekitar 75% dari anak yang mengalami keterlambatan bicara memang benar-benar hanya terlambat bicara (data US). Tapi ada sekitar 25% yang bukan. Kalau bukan, berarti mereka memiliki kelainan atau gangguan. Dan perlu juga diketahui bahwa hanya sebagian kecil dari anak yang mengalami keterlambatan bicara yang merupakan generasi Einstein.

Selain jumlahnya sangat kecil, generasi Einstein juga sangat spesifik, mereka tidak memiliki diagnosa gangguan/kelainan wicara/bahasa (speech/language disorder) seperti apraksia, gangguan pendengaran (hearing impairment), dan lain-lain.

Penulis New York Times, Randi Hutter Epstein mengatakan demikian:

No one should assume that a silent two year old is a budding genius; silence may be assign of a hearing loss or a neurological disorder.

Tidak seorang pun sebaiknya berasumsi bahwa anak berumur 2 tahun yang belum bicara adalah seorang anak yang jenius; kediaman mungkin sebagai suatu tanda kehilangan pendengaran atau suatu gangguan/kelainan neurologi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s